Suroboyoan
- Situs belajar mandarin... bemo88
- [pagi]Bantuin pilih desai... geraimaya
- "sandal dgn namamu&q... fif10
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 23:09 WIB
Persebaya Dipecundangi PSM -
Senin, 15/03/2010 21:50 WIB
Oknum Polisi Diringkus Saat Asyik Pesta Sabu dan Seks -
Senin, 15/03/2010 17:58 WIB
3 Tahun Menghilang, DPO Pembobolan Toko Diringkus -
Senin, 15/03/2010 17:46 WIB
Pemilik Rumah Bantah Air Sumur Tiban dari Pipa PDAM Bocor

-
Senin, 15/03/2010 17:22 WIB
Berbekal STNK Temuan, Yusuf Malah Embat Motor
Indeks Berita
Sabtu, 06/09/2008 18:59 WIB
Pemuda Asal Kalimantan Tewas Saat Curi Seiko
Rois Jajeli - detikSurabaya
Surabaya -
Sungguh tragis nasib yang dialami Rahmat Hidayat (30). Gara-gara kepergok mencuri di rumah Abdul Ali, warga Prapen Indah Blok A, Kepala dan tubuh Rahmat ditimpuki batu hingga akhirnya tewas di rumah sakit.
Sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (5/9/2000) malam kemarin, pemuda asal Martapura Kalimantan Selatan ini menyelinap masuk ke rumah korban dengan cara melompat pagar dan mencongkel pintu.
"Korban masuk ke ruang tamu dan menemukan tas. Di dalam tas itu, terdapat jam tangan merk Seiko dan satu unit kunci motor," kata Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Iptu Setyono kepada wartawan di Mapolsek Tenggilis, Sabtu (6/9/2008).
Dirasa masih kurang hasil curiannya, Rahmat mencari barang berharga lainnya di kamar korban. Ketika pintu kamar korban dibuka oleh Rahmat, Ali yang sedang duduk santai itu terkejut melihat pelaku sedang mengenakan arlojinya dan menenteng tas korban.
Sedangkan Rahmat, tamu tak diundang itu juga terkejut. Akhirnya pelaku dapat ditangkap korban. Karena korban merasa takut, kemudian pelaku dikeler ke luar rumah. Sampai di luar, pelaku berusaha melarikan diri. "Korban berteriak maling dan minta tolong warga," ujar Iptu Setyono.
Karena takut dikejar warga, pelaku malah menceburkan diri ke parit. Warga berteriak agar pelaku keluar dari parit. Tapi himbauan itu tak dihiraukannya dan pelaku bertahan di tengah parit.
Warga jadi gemas dan kalap, sehingga melempari pelaku dengan batu. Karena tak tahan, ia pun keluar dari parit. Ketika pelaku keluar dari parit dan naik ke daratan, malah menjadi bulan-bulanan massa.
Akibatnya, wajah Rahmat mengeluarkan darah segar dari pelipis mata kiri, mata kiri bengkak, tulang rusuk patah, bagian belakang kepala benyok.
Setelah menjadi bulan-bulanan massa, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. "Dokter mengatakan tersangka mengalami luka parah dan kritis. Sehingga dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya," ujarnya.
Sayangnya, nyawa pelaku tak tertolong lagi. Sekitar pukul 3.30 WIB, Sabtu (6/9/2008) pelaku akhirnya menghembuskan nafasnya.
"Jasadnya di kamar jenazah. Kami juga menunggu keluarganya. Selain itu, kami juga memintai keterangan pemilik rumah, satpam dan masyarakat sekitar yang melihat kejadian langsung," jelas Iptu Setyono. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pemuda Asal Kalimantan Tewas Saat Curi Seiko
Rois Jajeli - detikSurabaya
Sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (5/9/2000) malam kemarin, pemuda asal Martapura Kalimantan Selatan ini menyelinap masuk ke rumah korban dengan cara melompat pagar dan mencongkel pintu.
"Korban masuk ke ruang tamu dan menemukan tas. Di dalam tas itu, terdapat jam tangan merk Seiko dan satu unit kunci motor," kata Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Iptu Setyono kepada wartawan di Mapolsek Tenggilis, Sabtu (6/9/2008).
Dirasa masih kurang hasil curiannya, Rahmat mencari barang berharga lainnya di kamar korban. Ketika pintu kamar korban dibuka oleh Rahmat, Ali yang sedang duduk santai itu terkejut melihat pelaku sedang mengenakan arlojinya dan menenteng tas korban.
Sedangkan Rahmat, tamu tak diundang itu juga terkejut. Akhirnya pelaku dapat ditangkap korban. Karena korban merasa takut, kemudian pelaku dikeler ke luar rumah. Sampai di luar, pelaku berusaha melarikan diri. "Korban berteriak maling dan minta tolong warga," ujar Iptu Setyono.
Karena takut dikejar warga, pelaku malah menceburkan diri ke parit. Warga berteriak agar pelaku keluar dari parit. Tapi himbauan itu tak dihiraukannya dan pelaku bertahan di tengah parit.
Warga jadi gemas dan kalap, sehingga melempari pelaku dengan batu. Karena tak tahan, ia pun keluar dari parit. Ketika pelaku keluar dari parit dan naik ke daratan, malah menjadi bulan-bulanan massa.
Akibatnya, wajah Rahmat mengeluarkan darah segar dari pelipis mata kiri, mata kiri bengkak, tulang rusuk patah, bagian belakang kepala benyok.
Setelah menjadi bulan-bulanan massa, polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. "Dokter mengatakan tersangka mengalami luka parah dan kritis. Sehingga dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya," ujarnya.
Sayangnya, nyawa pelaku tak tertolong lagi. Sekitar pukul 3.30 WIB, Sabtu (6/9/2008) pelaku akhirnya menghembuskan nafasnya.
"Jasadnya di kamar jenazah. Kami juga menunggu keluarganya. Selain itu, kami juga memintai keterangan pemilik rumah, satpam dan masyarakat sekitar yang melihat kejadian langsung," jelas Iptu Setyono. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Polda Jatim Amankan 3 Pedagang Petasan
- Teledor Simpan Alat Hisap, Wahyu Dibekuk
- Perampokan di Darmo Baru Barat Hanya Gondol Ponsel
- Bangunkan Sahur, Pemuda Kampung Diancam Linggis, Duh..!
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


