Suroboyoan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 12:31 WIB
Landasan Pacu Lanud Berlubang
46 Hari Ditutup, Bandara Abdulrachman Saleh Dibuka -
Rabu, 25/11/2009 12:25 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
PSK 'Menghilang' Saat Razia Digelar -
Rabu, 25/11/2009 12:19 WIB
Dibacok Orang Tak Dikenal, Mulut Mandor Robek 15 Cm -
Rabu, 25/11/2009 11:18 WIB
Karyawan Bakso Kepala Sapi Dibawa Kabur Pria Beristri -
Rabu, 25/11/2009 09:58 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
Rumah Sempat Dibakar Tapi Tak Membuat Jera
Indeks Berita
Kamis, 04/09/2008 16:32 WIB
Pergoki Pasang Santet, Zaenal Tusuk Pengusaha Onderdil
Danang Yulianto - detikSurabaya
Gresik -
Pembunuhan berlatar belakang balas dendam terjadi di Dusun Patar Desa Patar Selamat Kec. Sangkapura Pulau Bawean. Korbannya Sarifi (45) pengusaha onderdil motor.
Korban tewas setelah lambungnya ditusuk pedang hingga ke ulu hati oleh Zaenal Arifin (23). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Zaenal dimintai keterangan dan dijebloskan dalam tahanan.
Kapolsek Sangkapura AKP Zamzani mengatakan, pembunuhan itu berlatar belakang dendam keluarga dan terjadi pada Rabu malam (3/9/2008).
"Sebenarnya masalah pokok sudah bisa didamaikan perangkat desa. Tetapi salah seorang dari mereka masih menanam dendam hingga terjadilah pembunuhan tersebut," kata Zamzani kepada wartawan di Mapolsek Jalan Sangkapura Pulau Bawean, Kamis (4/9/2008).
Zamzani menjelaskan, masalah ini bermula saat Syaiful (29) tinggal di Dusun Patar Desa Patar Selamat Kec. Sangkapura beberapa hari lalu kepergok akan memasang santet di halaman Sarifi.
Apes bagi Syaiful karena saat sedang beraksi, Sarifi keluar rumah dan memergoki aksinya hingga terjadi cek-cok. Oleh tokoh masyarakat, mereka digiring ke kantor desa untuk didamaikan.
Dalam kesempatan tersebut Syaiful mengaku bahwa santet yang akan dipasang berupa paku kecil-kecil yang didapat dari orang pinter. Kades Patar Selamat Agus Salam menganjurkan Syaiful minta maaf dan membuang santet yang akan dipasang, setelah Syaiful dan Sarifa jabat tangan, masalahnya dianggap selesai.
Ternyata hal itu tidak dianggap oleh Sarifi. Malam itu sekitar pukul 10.00 WIB saat Syaiful akan minta maaf kepada keluarga Sarifa, mereka bertemu di tengah jalan. Saat itulah Sarifi melampiaskan kemarahannya.
Sebenarnya Syaiful sudah berterus terang akan datang ke rumah Sarifa untuk minta maaf, tetapi tidak dipercaya hingga terjadi cek-cok mulut berlanjut pada perkelahian. Karena Syaiful tidak memberi perlawanan, akhirnya dia menjadi bulan-bulanan Sarifa, akhirnya Syaiful dipihing dan lehernya dicekik hingga jatuh lemas.
Zaenal yang melihat kejadian ini menaruh dendam. Tanpa memperdulikan keadaan Syaiful, dia pulang ke rumah lalu mengambil pedang bertuah yang disimpan di dalam lumbung padi dan berlari ke rumah Sarifi.
Sarifi berhasil disusul dan tanpa banyak kata, pedang di tangan Zaenal ditusukkan ke lambung kanan lawannya. Korban hanya sekali mengaduh lalu terkapar di tanah mandi darah dan menghembuskan nafas terakhir. Selanjutnya, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Sangkapura sambil membawa pedang yang digunakan menusuk sebagai barang bukti.
"Pembunuhan itu menurut Zaenal sebagai membela harga diri keluarga setelah Syaiful diperlakukan seenaknya. Pengakuannya, dia tidak ada rencana membunuh Sarifi karena saat menusukkan pedang, Zaenal tidak pilih sasaran. Hanya sekenanya," tutur Zamzani. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pergoki Pasang Santet, Zaenal Tusuk Pengusaha Onderdil
Danang Yulianto - detikSurabaya
Korban tewas setelah lambungnya ditusuk pedang hingga ke ulu hati oleh Zaenal Arifin (23). Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Zaenal dimintai keterangan dan dijebloskan dalam tahanan.
Kapolsek Sangkapura AKP Zamzani mengatakan, pembunuhan itu berlatar belakang dendam keluarga dan terjadi pada Rabu malam (3/9/2008).
"Sebenarnya masalah pokok sudah bisa didamaikan perangkat desa. Tetapi salah seorang dari mereka masih menanam dendam hingga terjadilah pembunuhan tersebut," kata Zamzani kepada wartawan di Mapolsek Jalan Sangkapura Pulau Bawean, Kamis (4/9/2008).
Zamzani menjelaskan, masalah ini bermula saat Syaiful (29) tinggal di Dusun Patar Desa Patar Selamat Kec. Sangkapura beberapa hari lalu kepergok akan memasang santet di halaman Sarifi.
Apes bagi Syaiful karena saat sedang beraksi, Sarifi keluar rumah dan memergoki aksinya hingga terjadi cek-cok. Oleh tokoh masyarakat, mereka digiring ke kantor desa untuk didamaikan.
Dalam kesempatan tersebut Syaiful mengaku bahwa santet yang akan dipasang berupa paku kecil-kecil yang didapat dari orang pinter. Kades Patar Selamat Agus Salam menganjurkan Syaiful minta maaf dan membuang santet yang akan dipasang, setelah Syaiful dan Sarifa jabat tangan, masalahnya dianggap selesai.
Ternyata hal itu tidak dianggap oleh Sarifi. Malam itu sekitar pukul 10.00 WIB saat Syaiful akan minta maaf kepada keluarga Sarifa, mereka bertemu di tengah jalan. Saat itulah Sarifi melampiaskan kemarahannya.
Sebenarnya Syaiful sudah berterus terang akan datang ke rumah Sarifa untuk minta maaf, tetapi tidak dipercaya hingga terjadi cek-cok mulut berlanjut pada perkelahian. Karena Syaiful tidak memberi perlawanan, akhirnya dia menjadi bulan-bulanan Sarifa, akhirnya Syaiful dipihing dan lehernya dicekik hingga jatuh lemas.
Zaenal yang melihat kejadian ini menaruh dendam. Tanpa memperdulikan keadaan Syaiful, dia pulang ke rumah lalu mengambil pedang bertuah yang disimpan di dalam lumbung padi dan berlari ke rumah Sarifi.
Sarifi berhasil disusul dan tanpa banyak kata, pedang di tangan Zaenal ditusukkan ke lambung kanan lawannya. Korban hanya sekali mengaduh lalu terkapar di tanah mandi darah dan menghembuskan nafas terakhir. Selanjutnya, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Sangkapura sambil membawa pedang yang digunakan menusuk sebagai barang bukti.
"Pembunuhan itu menurut Zaenal sebagai membela harga diri keluarga setelah Syaiful diperlakukan seenaknya. Pengakuannya, dia tidak ada rencana membunuh Sarifi karena saat menusukkan pedang, Zaenal tidak pilih sasaran. Hanya sekenanya," tutur Zamzani. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Truk Muat Pupuk Bersubsidi Seberat 4 Ton Diamankan
- Kepergok Curi Motor, Dua Sahabat Dimassa
- Tak Mampu Bayar Utang, Warga Miskin Dianiaya Kades
- Ketua DPC Partai Matahari Bangsa Banyuwangi Dilaporkan Polisi
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




