Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Minggu, 31/08/2008 09:24 WIB
Goa Sungai Bawah Tanah Ditemukan
TB Utama - detikSurabaya

TB Utama/detiksurabaya
Tuban -
Julukan Kabupaten Tuban sebagai Kota Seribu Goa, secara perlahan mulai terbukti. Satu lagi goa ditemukan di Bumi Ronggolawe ini. Goa yang lantai dasarnya terdapat sungai bawah tanah yang aktif mengalir ditemukan di Desa Banyubang, Kecamatan Grabagan.
Goa yang dikenal warga setempat sebagai tempat yang angker ini sempat diteliti tim dari Himpunan Speleologi Indonesia (Hikespi) dan Mahipal Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban pada Jumat (29/8/2008).
"Melihat kondisinya, lorong goa ini masih jauh lebih dari dua kilometer. Karena kondisi dalamnya hiper ventilasi (oksigen tipis), kita hentikan dulu penelusuran di dalamnya," kata Kabid Konservasi Kawasan Kars se-Indonesia Hikespi, Edy Toyibi, saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi goa di Desa Banyubang, Grabagan, Tuban, Minggu (31/8/2008).
Goa User, demikian warga Banyubang menamai goa itu, berada sekitar 3 Km arah barat dari pusat kota Kecamatan Grabagan. Temuan ini dianggap warga sebagai berkah, karena selama ini Desa Banyubang, Desa Ngrejeng dan desa sekitarnya merupakan desa paceklik air bersih jika musim kemarau berlangsung.
"Kami sangat bersyukur ada sungai yang ditemukan di dalam Goa User. Sekarang pemerintah harus memasang pompa agar airnya bisa diangkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Suratman (51), di samping Karjono (43) dan sejumlah petani setempat yang ditemui detiksurabaya.com di sekitar mulut goa.
Goa dengan mulut selebar 7 meter menurun secara vertical. Jalanan ke dasar goa berupa batuan berundak dengan panjang undakkan berkisar 5-15 meter, sedalam 150 meter hingga lantai dasar. Begitu masuk lantai dasar langsung bertemu dengan sungai bawah tanah yang mengalirkan air jernih.
Goa ini berada di tengah-tengah pertemuan dua punggungan setinggi 50-75 meter. Yakni punggungan Ngrejeng dan Banyubang. Dua lembah ini merupakan cathment area untuk memperkuat posisi Goa User.
Stalagtit maupun stalagmit di lorong dan dinding goa tak begitu banyak. Justru puluhan goulder (bongkahan batu secara alami) dengan berbagai ukuran, terdapat di setiap undakan jalan masuk. "Goa ini merupakan kombinasi goa fosil (kering) dan goa vadosa (goa yang didasarnya terdapat aliran air)," tambah Edy Toyibi.
Meski belum dihitung secara matang, potensi debit air yang deras mengalir di sungai dasar goa, mampu menutup kebutuhan irigasi dan air bersih warga setempat. Apalagi di dalam air terdapat hunian fauna ikan jenis udang dan gastropada (sejenis kerang). (gik/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Goa Sungai Bawah Tanah Ditemukan
TB Utama - detikSurabaya

TB Utama/detiksurabaya
Goa yang dikenal warga setempat sebagai tempat yang angker ini sempat diteliti tim dari Himpunan Speleologi Indonesia (Hikespi) dan Mahipal Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban pada Jumat (29/8/2008).
"Melihat kondisinya, lorong goa ini masih jauh lebih dari dua kilometer. Karena kondisi dalamnya hiper ventilasi (oksigen tipis), kita hentikan dulu penelusuran di dalamnya," kata Kabid Konservasi Kawasan Kars se-Indonesia Hikespi, Edy Toyibi, saat ditemui detiksurabaya.com di lokasi goa di Desa Banyubang, Grabagan, Tuban, Minggu (31/8/2008).
Goa User, demikian warga Banyubang menamai goa itu, berada sekitar 3 Km arah barat dari pusat kota Kecamatan Grabagan. Temuan ini dianggap warga sebagai berkah, karena selama ini Desa Banyubang, Desa Ngrejeng dan desa sekitarnya merupakan desa paceklik air bersih jika musim kemarau berlangsung.
"Kami sangat bersyukur ada sungai yang ditemukan di dalam Goa User. Sekarang pemerintah harus memasang pompa agar airnya bisa diangkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Suratman (51), di samping Karjono (43) dan sejumlah petani setempat yang ditemui detiksurabaya.com di sekitar mulut goa.
Goa dengan mulut selebar 7 meter menurun secara vertical. Jalanan ke dasar goa berupa batuan berundak dengan panjang undakkan berkisar 5-15 meter, sedalam 150 meter hingga lantai dasar. Begitu masuk lantai dasar langsung bertemu dengan sungai bawah tanah yang mengalirkan air jernih.
Goa ini berada di tengah-tengah pertemuan dua punggungan setinggi 50-75 meter. Yakni punggungan Ngrejeng dan Banyubang. Dua lembah ini merupakan cathment area untuk memperkuat posisi Goa User.
Stalagtit maupun stalagmit di lorong dan dinding goa tak begitu banyak. Justru puluhan goulder (bongkahan batu secara alami) dengan berbagai ukuran, terdapat di setiap undakan jalan masuk. "Goa ini merupakan kombinasi goa fosil (kering) dan goa vadosa (goa yang didasarnya terdapat aliran air)," tambah Edy Toyibi.
Meski belum dihitung secara matang, potensi debit air yang deras mengalir di sungai dasar goa, mampu menutup kebutuhan irigasi dan air bersih warga setempat. Apalagi di dalam air terdapat hunian fauna ikan jenis udang dan gastropada (sejenis kerang). (gik/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Warga Tuban Tolak Penambangan Kapur
- Menengok Goa Kelelawar di Tuban
Kotoran Kelelawar Dimanfaatkan Petani Untuk Pupuk - Menengok Goa Kelelawar di Tuban
- Penimbunan Solar di SPBU Keluarga Bupati Tuban Ditangan Kejari
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


