Forum Surabaya
- Gath yuk...... josephkosin
- Yang Suka Ke TP ... Mampi... erwin_pikko
- Alun-alun sidoarjo... Rizky
- Royal Plaza... Rizky
- Cafe Atoz... Rizky
- Lapangan Kodam Brawijaya... delila
Berita Lain
-
Kamis, 29/10/2009 17:25 WIB
TNI AL Tangkap 4 Kapal Muat 480 Ton Ikan -
Rabu, 28/10/2009 18:52 WIB
TNI AL Gelar Latihan Armada Jaya di Situbondo -
Selasa, 27/10/2009 16:33 WIB
Dzikir Bersama dengan PSK -
Jumat, 23/10/2009 10:05 WIB
Pecinta Alam Unair akan Taklukkan Gunung Kilimanjaro -
Rabu, 21/10/2009 14:59 WIB
Athan Brazil Kunjungi Koarmatim
Indeks Berita
Kamis, 28/08/2008 17:52 WIB
Stres Ditinggal Istri Jadi TKW, Budi Dipasung
Pengirim: Irul Hamdani - detikSurabaya
Banyuwangi -
Stres karena ditinggal istri jadi TKW di Arab Saudi, Budi Santoso (23) asal Dusun Krajan Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi dipasung keluarganya.
Pemasungan itu dilakukan keluarganya di dapur, karena Budi kerap mencoba melakukan bunuh diri. Pekan lalu, kondisi kejiwaan Budi terganggu dan mencoba terjun dari tiang lampu penerangan jalan setinggi 15 meter. Kenekatan itu dilakukan di terminal lama Desa Genteng dua kilometer dari rumahnya.
"Saya khawatir dengan keselamatan anak saya mas, takut terjadi apa-apa," tutur Rasiman, bapak korban.
Sejak mencoba bunuh diri ketiga kalinya, kini kedua kaki Budi dipasung dengan sebatang kayu berukuran besar. Rantai besi bergembok terlihat mengikat kuat pada kedua tangannya juga.
Perubahan kejiwaan Budi terlihat sejak ditinggal istrinya pertengahan 2006 lalu menjadi TKW. Padahal kala itu, kedua pasangan baru saja menikah. Apalagi keberangkatan Sri Astutik tanpa seizin Budi. Semenjak itu pula pasangan pengantin baru tersebut tidak pernah lagi berkomunikasi.
"Awalnya kerap saya jumpai Budi melamun, namun enam bulan terakhir ini kondisi kejiwaannya semakin parah," jelas Rasiman.
Upaya penyembuhan sudah dilakukan pihak keluarga, bahkan kini harta orang tua Budi ludes sebagai ganti biaya pengobatan. "Pernah saya rawat di RSJ Lawang- Malang dua kali. Pengobatan alternatif sudah tak terhitung lagi. Sampai-sampai tanah pekarangan rumah terjual," sela Kasemi ibu kandung Budi.
Sementara meski mengalami depresi hebat, namun Budi yang siang itu hanya mengenakan sarung dan sambil menghisap sebatang rokok kretek mampu mengingat dan menceritakan apa yang menjadi penyebab penderitaannya.
"Istriku memang pernah berpamitan untuk menjadi TKW atas permintaan mertuaku, namun aku menolaknya," cerita Budi.
"Aku tidak pernah mengijinkan istriku. Aku akan sembuh jika istriku dikembalikan," ulang Budi dengan nada tinggi dan terkekeh.
Budi juga sempat berujar dengan nada mengingatkan, agar PJTKI yang memberangkatkan istrinya dilaporkan ke Polisi agar dipenjara. (irulsts@yahoo.co.id)
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Stres Ditinggal Istri Jadi TKW, Budi Dipasung
Pengirim: Irul Hamdani - detikSurabaya
Pemasungan itu dilakukan keluarganya di dapur, karena Budi kerap mencoba melakukan bunuh diri. Pekan lalu, kondisi kejiwaan Budi terganggu dan mencoba terjun dari tiang lampu penerangan jalan setinggi 15 meter. Kenekatan itu dilakukan di terminal lama Desa Genteng dua kilometer dari rumahnya.
"Saya khawatir dengan keselamatan anak saya mas, takut terjadi apa-apa," tutur Rasiman, bapak korban.
Sejak mencoba bunuh diri ketiga kalinya, kini kedua kaki Budi dipasung dengan sebatang kayu berukuran besar. Rantai besi bergembok terlihat mengikat kuat pada kedua tangannya juga.
Perubahan kejiwaan Budi terlihat sejak ditinggal istrinya pertengahan 2006 lalu menjadi TKW. Padahal kala itu, kedua pasangan baru saja menikah. Apalagi keberangkatan Sri Astutik tanpa seizin Budi. Semenjak itu pula pasangan pengantin baru tersebut tidak pernah lagi berkomunikasi.
"Awalnya kerap saya jumpai Budi melamun, namun enam bulan terakhir ini kondisi kejiwaannya semakin parah," jelas Rasiman.
Upaya penyembuhan sudah dilakukan pihak keluarga, bahkan kini harta orang tua Budi ludes sebagai ganti biaya pengobatan. "Pernah saya rawat di RSJ Lawang- Malang dua kali. Pengobatan alternatif sudah tak terhitung lagi. Sampai-sampai tanah pekarangan rumah terjual," sela Kasemi ibu kandung Budi.
Sementara meski mengalami depresi hebat, namun Budi yang siang itu hanya mengenakan sarung dan sambil menghisap sebatang rokok kretek mampu mengingat dan menceritakan apa yang menjadi penyebab penderitaannya.
"Istriku memang pernah berpamitan untuk menjadi TKW atas permintaan mertuaku, namun aku menolaknya," cerita Budi.
"Aku tidak pernah mengijinkan istriku. Aku akan sembuh jika istriku dikembalikan," ulang Budi dengan nada tinggi dan terkekeh.
Budi juga sempat berujar dengan nada mengingatkan, agar PJTKI yang memberangkatkan istrinya dilaporkan ke Polisi agar dipenjara. (irulsts@yahoo.co.id)
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Iklan Mini
Catering:Eco Catering sedia paket utk karyawan dan Ibu rumah tangga di SDA dan SBY dgn hrg standar.Menu terdiri dari masakan khas jawa yang dijamin keunggulan rasanya.Info dilihat di http://www.ecocatering.blogdetik.com
Catering:Kami Eco Catering menyediakan paket katering untuk karyawan perkantoran maupun ibu rumah tangga di Sidoarjo dan Surabaya dengan harga standar.Menu yang kami sediakan untuk Anda terdiri dari masakan khas jawa yang dijamin keunggulan rasanya.Informasi dapat dilihat di http://www.ecocatering.blogdetik.com
Birojasa:Privat Balita(1-5th)Pintar Calistung Hub:081553124653/031-70818303
Kursus:Kursus Mobil"Sie Bersaudara"SIM+AJ Bs Malam Avanza Xenia Kijang Panther (031)5618484/5682491
Gudang:Jual Gudang Siap Pakai Fas Lkp Ex.Kosmetik 1000m2 Kendangsari Hub:03191364750
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


