Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Rabu, 16/05/2012 09:16

Fitness Atasi Hipertensi Turunan

Gb
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Kuliner

Selasa, 08/05/2012 12:16

Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!

Gb
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.

Pelajar

Rabu, 09/05/2012 13:42

Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1

Gb
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini


Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Selasa, 19/08/2008 22:50 WIB

Izin Teve Lokal Disoal, Bos Arek TV Sewot

Budi Sugiharto - detikSurabaya



Surabaya - Arek Televisi (Arek TV) sewot. Televisi lokal Surabaya yang sedang melakukan uji coba secara resmi tanggal 17 Agustus 2008 ini meminta agar pemerintah tidak pilih kasih. Jika Arek TV dianggap melanggar hukum, semua tv lokal yang lain juga harus diberlakukan sama.

Sebab, hampir semua televisi swasta lokal di Tanah Air hanya mengantongi Rekomendasi Kelayakan (RK) yang diterbitkan Komisi Penyiaran Indonesia.

"Tidak hanya Arek TV, JTV atau pun SBO yang milik Jawa Pos juga tidak memiliki izin. Bahkan mereka sudah lama siaran," kata Poerwanto, Direktur Utama Arek TV saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (19/8/2008).

Poerwanto sangat menyesalkan jika ada larangan bagi televisi lokal yang siaran karena tidak mengantongi Izin Penyelenggaran Penyiaran (IPP) dan Izin Siaran Radio (ISR).

Dia meminta kepada pemerintah untuk bijaksana dalam menentukan nasib televisi lokal yang sudah tumbuh dengan subur. "Jangan sampai mencederai investor. Karena membuat stasiun televisi itu bukan hanya untuk main-main, tetapi modalnya cukup besar," tegasnya.

Pemerintah kata dia tidak usah membuat aturan yang semakin tidak jelas. Sudah terlanjur membuat bingung investor, sehingga carut mawut semua.

"Mestinya pemerintah harus bijaksana menentukan izin. Melihat potensi ekonomi yang tinggi, misalnya khusus daerah yang potensinya bagus namun alokasi kanalnya terbatas diberlakukan CO Channel (frekuensi daerah lain namun siaran di Surabaya)," pintanya.

Bagaimana dengan tudingan Arek TV melanggar hukum? "Ya ini kan namanya pelanggaran secara berjamaah. Cuma yang harus diketahui kita mengajukan izin sudah 4 tahun lalu. Lalu kenapa sampai sekarang pemerintah dan KPI tidak memutuskan dengan menggelar Forum Rapat Bersama di tingkat pusat," katanya balik mempertanyakan sikap pemerintah.

Dia merasa bahwa keberadaan tv lokal itu ibaratnya didorong untuk tumbuh namun tidak ada pagar yang mengatur secara konsisten dan benar. "Akibatnya semua menjadi bingung. Pemerintah bingung sendiri sekarang," ujarnya.
(gik/gik)



Share

a soe 01/01/1970 07:00 WIB weleh...weleh... komentare serem-serem. timbang dadi fitnah apa nggak... » Selengkapnya
amansobatku 01/01/1970 07:00 WIB rame..rame..rame.. tapi sayang analisane salah kabeh.... ... » Selengkapnya
PAK DE TV 01/01/1970 07:00 WIB TEMAN2 JGN POJOKAN POER DONG.... DIA KAN SEDANG BERUSAHA, MASAK KAGAK... » Selengkapnya
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465