Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Rabu, 16/05/2012 09:16

Fitness Atasi Hipertensi Turunan

Gb
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Kuliner

Selasa, 08/05/2012 12:16

Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!

Gb
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.

Pelajar

Rabu, 09/05/2012 13:42

Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1

Gb
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini


Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Kamis, 14/08/2008 12:34 WIB

Pengusaha Rokok Minta Fatwa Haram Rokok Kembali Ditinjau

Samsul Hadi - detikSurabaya



Kediri - Rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk rokok, disesalkan Gabungan Pengusaha Rokok Seluruh Indonesia (GAPRI). Mereka menganggap, apabila fatwa tersebut diberlakukan, akan mengakibatkan kerugian baik bagi masyarakat maupun pemerintah.

Hal ini diungkapan Kasiati (66), Pelaksana Harian (Plh) Ketua Gabungan Pengusaha Rokok Kediri (GAPEROKED) yang merupakan kepengurusan daerah GAPRI.

"Sejujurnya kami sangat tidak setuju apabila MUI sampai memberlakukan fatwa haram untuk rokok. Namun apa yang saya sampaikan di daerah ini tentunya masih menunggu keputusan GAPRI, yang saya kira juga tidak sependapat dengan rencana tersebut," kata Kasiati saat ditemui detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Hayam Wuruk, Kota Kediri, Kamis (14/8/2008).

Kasiati menuturkan, apabila fatwa tersebut benar diberlakukan pihaknya tidak dapat memperkirakan bagaimana nasib puluhan ribu buruh pabrik rokok yang menggantungkan nasibnya pada perusahaan tempatnya bekerja.

"Bayangkan, kalau di Gudang Garam saja ada sekitar 40 ribu karyawan, dan perusahaan lain ada ribuan, bagaimana nasib mereka nantinya jika perusahaan itu akan tutup seiring pemberlakuan fatwa haram." tutur Kasiati.

Oleh karena hal tersebut, Kasiati meminta pemerintah sebaiknya kembali mempertimbangkan rencana MUI tersebut.

Dikatakan pula oleh Kasiati, bukan hanya soal hilangnya pekerjaan puluhan ribu karyawan, yang menjadi pertimbangan GAPEROKED menyoal rencana MUI tersebut. Pihak GAPEROKED juga mempertimbangkan kerugian bagi negara, yang dipastikan tidak sedikit apabila rencana MUI benar diberlakukan.

"Semua pasti mengerti berapa sumbangsih pabrik rokok untuk pemerintah, baik dari cukai maupun pajak lainnya. Makanya kami mohon, sebaiknya pemerintah mempertimbangkan kembali rencana MUI tersebut," kata Kasiati tegas.

Sementara itu data jumlah perusahaan rokok yang tergabung dalam GAPEROKED yang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, serta Kabupaten Trenggalek saat ini terdaftar 20 perusahaan rokok, baik yang berskala besar maupun kecil.

Meski demikian, GAPEROKED saat ini juga mencatat di wilayahnya masih terdapat sekitar 200 perusahaan rokok yang tak terdaftar, dan semuanya resmi dengan menjual rokok disertai cukai. (bdh/bdh)



Share

Belum ada komentar yang masuk
Komentar kosong
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465