Suroboyoan
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- salam kenal cak..:D... angelicavoc
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Minggu, 22/11/2009 16:32 WIB
Gara-gara Masalah Keluarga, Kakak Nyaris Bunuh Adik -
Minggu, 22/11/2009 15:19 WIB
Berdalih Iseng, 5 Karyawan Kompak Berjudi -
Minggu, 22/11/2009 14:15 WIB
Tradisi Tegal Deso di Kota Surabaya

-
Minggu, 22/11/2009 13:46 WIB
Muhammadiyah: Film 2012 Tak Perlu Ditanggapi Serius -
Minggu, 22/11/2009 13:08 WIB
Demi Biaya Hidup, Pemulung Rela Jadi Budak Narkoba
Indeks Berita
Sabtu, 19/07/2008 04:07 WIB
Tunggu Sumiarsih & Sugeng, Wartawan Jagongan di Kuburan
Budi Hartadi - detikSurabaya

Wartawan Kelelahan Menunggu Eksekusi
Surabaya -
Eksekusi Sumiarsih dan Sugeng benar-benar menjadi sebuah penantian panjang bagi kalangan jurnalis. Hampir semua jurnalis menanti detik-detik eksekusi dan pemakaman kedua terpidana mati itu.
Jika di Surabaya, para jurnalis menanti di Rutan Medaeng selama 3 hari untuk mendapatkan berita eksekusi. Lain lagi di Malang. Para jurnalis harus rela jagongan di kuburan untuk meliput kedatangan dan pemakaman kedua jenazah.
"Kita di sini sejak pukul 23.00 WIB. Katanya jenazah datang sekitar pukul 04.00," kata Hendro salah seorang jurnalis televisi nasional yang ngepos di Malang saat berbincang dengan detiksurabaya, Sabtu (19/7/2008).
Penantian panjang para jurnalis ini meski sama-sama menjemukan, namun memiliki kenangan tersendiri bagi yang bisa mendapatkan berita eksekusi terpidana mati.
"Belum tentu tahun depan bisa dapat liputan seperti ini lagi. Dulu tahun 2005 saat eksekusi Astini ya begini ini. Tapi puas," ungkap Iwul yang saat meliput eksekusi Astini masih menjadi reporter sebuah Radio Nasional.
Sementara, wartawan di Surabaya yang meliput detik-detik eksekusi pun harus kucing-kucingan dengan tim eksekutor yang membawa dua terpidana menuju lokasi eksekusi.
Tidak hanya itu, usai eksekusi, para wartawan pun masih dipermainkan oleh tim eksekutor yang akan membawa kedua jenazah keluar dari kamar mayat RSU dr Soetomo. Para wartawan terkecoh karena saat mencoba mengejar mobil yang dikira membawa jenazah ternyata mobil itu kosong.
"Ya, kena tipu lagi. Payah, ga dapat gambar bagus," ujar salah satu wartawan foto harian pagi di Surabaya dengan nada kesal. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tunggu Sumiarsih & Sugeng, Wartawan Jagongan di Kuburan
Budi Hartadi - detikSurabaya

Wartawan Kelelahan Menunggu Eksekusi
Jika di Surabaya, para jurnalis menanti di Rutan Medaeng selama 3 hari untuk mendapatkan berita eksekusi. Lain lagi di Malang. Para jurnalis harus rela jagongan di kuburan untuk meliput kedatangan dan pemakaman kedua jenazah.
"Kita di sini sejak pukul 23.00 WIB. Katanya jenazah datang sekitar pukul 04.00," kata Hendro salah seorang jurnalis televisi nasional yang ngepos di Malang saat berbincang dengan detiksurabaya, Sabtu (19/7/2008).
Penantian panjang para jurnalis ini meski sama-sama menjemukan, namun memiliki kenangan tersendiri bagi yang bisa mendapatkan berita eksekusi terpidana mati.
"Belum tentu tahun depan bisa dapat liputan seperti ini lagi. Dulu tahun 2005 saat eksekusi Astini ya begini ini. Tapi puas," ungkap Iwul yang saat meliput eksekusi Astini masih menjadi reporter sebuah Radio Nasional.
Sementara, wartawan di Surabaya yang meliput detik-detik eksekusi pun harus kucing-kucingan dengan tim eksekutor yang membawa dua terpidana menuju lokasi eksekusi.
Tidak hanya itu, usai eksekusi, para wartawan pun masih dipermainkan oleh tim eksekutor yang akan membawa kedua jenazah keluar dari kamar mayat RSU dr Soetomo. Para wartawan terkecoh karena saat mencoba mengejar mobil yang dikira membawa jenazah ternyata mobil itu kosong.
"Ya, kena tipu lagi. Payah, ga dapat gambar bagus," ujar salah satu wartawan foto harian pagi di Surabaya dengan nada kesal. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Eksekutor: Sumiarsih dan Sugeng Ditembak Pukul 00.20
- Tunggu Sumiarsih & Sugeng, Wartawan Jagongan di Kuburan
- Jenazah Sumiarsih dan Sugeng Diberangkatkan ke Malang
- Dimandikan, Dada Kiri Sumiarsih Terdapat Luka Kecil
Iklan Mini
Lowongan:Dicari Admin Pria/Wnt Min.20Th D1 Manajemen Pglmn 1Th Jl.Ngagel Rejo Utara 30
Lowongan:CR Supervisor+Sales Udah Perna Bkrj Keras Suka Tantangan,Ulet,Tanggung Jawab Lmr Lsg Ke Pergudangan Margomulyo Permai G-03
AC:FRESH COOL:Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
HP:VIESTA 03181505758 3230/6681(685)5200/W200(585)6600/K320/6080/6070/2630/2865/6235/6088/2505(485)3660/3650(400)N95.8gb(21)9300i/K810/O2atom(14)ValenciaGbsb(19)5610/K630/K800(11)K790/W850/K770/U700(950)9500/9300/w830/K550/W810/W700(825)
Mobil:KARIMUN GX'04 GOLD(L)KM Rendah Sangat Istimewa Hub:03171944400
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


