Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 20:38 WIB
Mie Instant Hasil Bajakan Diamankan -
Selasa, 09/02/2010 20:23 WIB
Pilwali Surabaya
Risma Makin Rajin 'Gerilya' di PDIP -
Selasa, 09/02/2010 17:56 WIB
Pilwali Surabaya
BM PAN Dukung Arif Afandi -
Selasa, 09/02/2010 17:45 WIB
Baksos DSC untuk Eka Putra
Dompet Amal Detikers Kumpulkan Rp 5,425 Juta -
Selasa, 09/02/2010 17:13 WIB
Sosialisasikan UU Lalin, Speaker Imbauan Dipasang di Perempatan Jalan
Indeks Berita
Sabtu, 19/07/2008 04:07 WIB
Tunggu Sumiarsih & Sugeng, Wartawan Jagongan di Kuburan
Budi Hartadi - detikSurabaya

Wartawan Kelelahan Menunggu Eksekusi
Surabaya -
Eksekusi Sumiarsih dan Sugeng benar-benar menjadi sebuah penantian panjang bagi kalangan jurnalis. Hampir semua jurnalis menanti detik-detik eksekusi dan pemakaman kedua terpidana mati itu.
Jika di Surabaya, para jurnalis menanti di Rutan Medaeng selama 3 hari untuk mendapatkan berita eksekusi. Lain lagi di Malang. Para jurnalis harus rela jagongan di kuburan untuk meliput kedatangan dan pemakaman kedua jenazah.
"Kita di sini sejak pukul 23.00 WIB. Katanya jenazah datang sekitar pukul 04.00," kata Hendro salah seorang jurnalis televisi nasional yang ngepos di Malang saat berbincang dengan detiksurabaya, Sabtu (19/7/2008).
Penantian panjang para jurnalis ini meski sama-sama menjemukan, namun memiliki kenangan tersendiri bagi yang bisa mendapatkan berita eksekusi terpidana mati.
"Belum tentu tahun depan bisa dapat liputan seperti ini lagi. Dulu tahun 2005 saat eksekusi Astini ya begini ini. Tapi puas," ungkap Iwul yang saat meliput eksekusi Astini masih menjadi reporter sebuah Radio Nasional.
Sementara, wartawan di Surabaya yang meliput detik-detik eksekusi pun harus kucing-kucingan dengan tim eksekutor yang membawa dua terpidana menuju lokasi eksekusi.
Tidak hanya itu, usai eksekusi, para wartawan pun masih dipermainkan oleh tim eksekutor yang akan membawa kedua jenazah keluar dari kamar mayat RSU dr Soetomo. Para wartawan terkecoh karena saat mencoba mengejar mobil yang dikira membawa jenazah ternyata mobil itu kosong.
"Ya, kena tipu lagi. Payah, ga dapat gambar bagus," ujar salah satu wartawan foto harian pagi di Surabaya dengan nada kesal. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Tunggu Sumiarsih & Sugeng, Wartawan Jagongan di Kuburan
Budi Hartadi - detikSurabaya

Wartawan Kelelahan Menunggu Eksekusi
Jika di Surabaya, para jurnalis menanti di Rutan Medaeng selama 3 hari untuk mendapatkan berita eksekusi. Lain lagi di Malang. Para jurnalis harus rela jagongan di kuburan untuk meliput kedatangan dan pemakaman kedua jenazah.
"Kita di sini sejak pukul 23.00 WIB. Katanya jenazah datang sekitar pukul 04.00," kata Hendro salah seorang jurnalis televisi nasional yang ngepos di Malang saat berbincang dengan detiksurabaya, Sabtu (19/7/2008).
Penantian panjang para jurnalis ini meski sama-sama menjemukan, namun memiliki kenangan tersendiri bagi yang bisa mendapatkan berita eksekusi terpidana mati.
"Belum tentu tahun depan bisa dapat liputan seperti ini lagi. Dulu tahun 2005 saat eksekusi Astini ya begini ini. Tapi puas," ungkap Iwul yang saat meliput eksekusi Astini masih menjadi reporter sebuah Radio Nasional.
Sementara, wartawan di Surabaya yang meliput detik-detik eksekusi pun harus kucing-kucingan dengan tim eksekutor yang membawa dua terpidana menuju lokasi eksekusi.
Tidak hanya itu, usai eksekusi, para wartawan pun masih dipermainkan oleh tim eksekutor yang akan membawa kedua jenazah keluar dari kamar mayat RSU dr Soetomo. Para wartawan terkecoh karena saat mencoba mengejar mobil yang dikira membawa jenazah ternyata mobil itu kosong.
"Ya, kena tipu lagi. Payah, ga dapat gambar bagus," ujar salah satu wartawan foto harian pagi di Surabaya dengan nada kesal. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Eksekutor: Sumiarsih dan Sugeng Ditembak Pukul 00.20
- Tunggu Sumiarsih & Sugeng, Wartawan Jagongan di Kuburan
- Jenazah Sumiarsih dan Sugeng Diberangkatkan ke Malang
- Dimandikan, Dada Kiri Sumiarsih Terdapat Luka Kecil
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


