Beranda
- Halo rek !... henry9099
- Kenalan Dan Ngenalin T4ko... Pangeran Dori
- Golek Duit Ndek Internet... iyan83
- pertempuran surabaya 1945... soerabaja
- Surabaya Guest Book... henry9099
- Ingin Nyumbang ke Mbok Da... cah_0606
Berita Lain
-
Jumat, 05/09/2008 17:59 WIB
Teledor Simpan Alat Hisap, Wahyu Dibekuk -
Jumat, 05/09/2008 17:23 WIB
Tiket KA Arus Balik Ludes Karena Sistem Online -
Jumat, 05/09/2008 17:16 WIB
Perampokan di Darmo Baru Barat Hanya Gondol Ponsel -
Jumat, 05/09/2008 17:01 WIB
Bangunkan Sahur, Pemuda Kampung Diancam Linggis, Duh..! -
Jumat, 05/09/2008 16:46 WIB
Walikota Tak Ingin Guru Dapat 'Surat Cinta' dari Kejaksaan
Indeks Berita
Sabtu, 05/07/2008 19:00 WIB
Potret Kemiskinan
Tak Ada Saudara, Mbok Darmi Enggan Pulang Kampung
Rois Jajeli - detikSurabaya

Surabaya -
Selama 7 bulan Mbok Darmi (67) dan suaminya, Giman (70) tidur di atas becak dan teras pertokoan kawasan Kedungdoro, Surabaya. Mbok Darmi mengaku tak ingin kembali ke kampung kelahirannya di Kediri maupun kampung suaminya, Madiun.
"Kampung saya itu hanya tempat kelahiran saya. Saya sudah tidak mempunyai sawah atau rumah di kampung," kata Mbok Darmi saat menunggu suaminya yang tergolek lemas di ruang Marwah lantai III Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Sukolilo Surabaya kepada detiksurabaya.com, Sabtu (5/7/2008).
Mbok Darmi mengaku, di kampung halamannya tidak memiliki sanak saudara. "Saya punya dua saudara, tapi tidak tinggal di kampung halaman," ujarnya.
Adiknya bernama Leginem tinggal di kawasan Jakarta dan kakaknya Darsiyah tinggal di kawasan pegunungan kawasan Jawa Barat. "Sejak pindah dari Kedung Rukem, saya tidak pernah ketemu lagi," ujarnya.
Sedangkan Giman juga sudah tidak mempunyai sanak saudara di Madiun. "Saya seneng tinggal di Surabaya. Cari rezeki lebih mudah daripada di desa," tuturnya.
Namun Mbok Darmi menegaskan, dirinya tidak gila harta. Dia ingin hidup sederhana. "Yang penting saya bisa merawat suami saya. Sambil berjualan bumbu kecil-kecilan untuk membiaya hidup kami. Paling satu hari menghabiskan beras tidak sampai 1/2 kilogram," katanya.
Bila kelak ada yang ingin mengontrakkan rumah dan memberi bedak jualan, Mbok Darmi mengaku tidak mempermasalahkan. Asalkan tidak di kawasan Pasar Pabean, karena tidak cocok dengan perilaku warga salah satu etnis di kawasan itu.
"Terserah yang memberi saja. Kalau dikontrakkan dan diberikan tempat berjualan saya terima dan bersyukur," tuturnya.
Bagaimana? Anda terketuk dan ingin berbagi untuk sesama? Yuk gabung bersama detikers Surabaya(roi/fat)
Potret Kemiskinan
Tak Ada Saudara, Mbok Darmi Enggan Pulang Kampung
Rois Jajeli - detikSurabaya

"Kampung saya itu hanya tempat kelahiran saya. Saya sudah tidak mempunyai sawah atau rumah di kampung," kata Mbok Darmi saat menunggu suaminya yang tergolek lemas di ruang Marwah lantai III Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Sukolilo Surabaya kepada detiksurabaya.com, Sabtu (5/7/2008).
Mbok Darmi mengaku, di kampung halamannya tidak memiliki sanak saudara. "Saya punya dua saudara, tapi tidak tinggal di kampung halaman," ujarnya.
Adiknya bernama Leginem tinggal di kawasan Jakarta dan kakaknya Darsiyah tinggal di kawasan pegunungan kawasan Jawa Barat. "Sejak pindah dari Kedung Rukem, saya tidak pernah ketemu lagi," ujarnya.
Sedangkan Giman juga sudah tidak mempunyai sanak saudara di Madiun. "Saya seneng tinggal di Surabaya. Cari rezeki lebih mudah daripada di desa," tuturnya.
Namun Mbok Darmi menegaskan, dirinya tidak gila harta. Dia ingin hidup sederhana. "Yang penting saya bisa merawat suami saya. Sambil berjualan bumbu kecil-kecilan untuk membiaya hidup kami. Paling satu hari menghabiskan beras tidak sampai 1/2 kilogram," katanya.
Bila kelak ada yang ingin mengontrakkan rumah dan memberi bedak jualan, Mbok Darmi mengaku tidak mempermasalahkan. Asalkan tidak di kawasan Pasar Pabean, karena tidak cocok dengan perilaku warga salah satu etnis di kawasan itu.
"Terserah yang memberi saja. Kalau dikontrakkan dan diberikan tempat berjualan saya terima dan bersyukur," tuturnya.
Bagaimana? Anda terketuk dan ingin berbagi untuk sesama? Yuk gabung bersama detikers Surabaya(roi/fat)
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- Detikers Baksos Ringankan Penderitaan Mbok Darmi dan Suaminya
- Potret Kemiskinan
Giman Suami Mbok Darmi Alami Komplikasi - Potret Kemiskinan
Demi Menghidupi Suami, Mbok Darmi Rela Bekerja Lagi - Potret Kemiskinan
Demi Suami, Mbok Darmi Rela Berhenti Jadi Buruh
SMS Iklan
dptkan dep pulsa+uang cash 200jt dlm 120 hr hny dg modal brsih rp.65rb hny di www.unik-dahsya t.co.cc,buktika n (+623317744144)
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl Prof Dr Moestopo 11 A Surabaya
Telp/Faks : 031-5021631
Informasi pemasangan iklan:
Hubungi : Liana/Agus
Email : iklan[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031-5033528 | Faks : 031-5021631
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031-5033528 | Faks : 031-5021631
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl Prof Dr Moestopo 11 A Surabaya
Telp/Faks : 031-5021631
Informasi pemasangan iklan:
Hubungi : Liana/Agus
Email : iklan[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031-5033528 | Faks : 031-5021631
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031-5033528 | Faks : 031-5021631
