Suroboyoan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 14:04 WIB
8 Orang Pelanggar Perda Anti Rokok Diproses ke Pengadilan -
Rabu, 25/11/2009 13:51 WIB
Pemkot Minta Warga Menginternalisasi Perda Anti Rokok -
Rabu, 25/11/2009 13:25 WIB
Masih Banyak Sopir Tidak Paham Perda Anti Rokok -
Rabu, 25/11/2009 12:56 WIB
Sanksi Tidak Jelas, Penerapan Perda Anti Rokok Diacuhkan -
Rabu, 25/11/2009 12:52 WIB
Bayi Usia 1 Bulan Tewas
2,5 Tahun Menikah, Nanang Kerap Hajar Istri
Indeks Berita
Sabtu, 05/07/2008 19:00 WIB
Potret Kemiskinan
Tak Ada Saudara, Mbok Darmi Enggan Pulang Kampung
Rois Jajeli - detikSurabaya

Surabaya -
Selama 7 bulan Mbok Darmi (67) dan suaminya, Giman (70) tidur di atas becak dan teras pertokoan kawasan Kedungdoro, Surabaya. Mbok Darmi mengaku tak ingin kembali ke kampung kelahirannya di Kediri maupun kampung suaminya, Madiun.
"Kampung saya itu hanya tempat kelahiran saya. Saya sudah tidak mempunyai sawah atau rumah di kampung," kata Mbok Darmi saat menunggu suaminya yang tergolek lemas di ruang Marwah lantai III Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Sukolilo Surabaya kepada detiksurabaya.com, Sabtu (5/7/2008).
Mbok Darmi mengaku, di kampung halamannya tidak memiliki sanak saudara. "Saya punya dua saudara, tapi tidak tinggal di kampung halaman," ujarnya.
Adiknya bernama Leginem tinggal di kawasan Jakarta dan kakaknya Darsiyah tinggal di kawasan pegunungan kawasan Jawa Barat. "Sejak pindah dari Kedung Rukem, saya tidak pernah ketemu lagi," ujarnya.
Sedangkan Giman juga sudah tidak mempunyai sanak saudara di Madiun. "Saya seneng tinggal di Surabaya. Cari rezeki lebih mudah daripada di desa," tuturnya.
Namun Mbok Darmi menegaskan, dirinya tidak gila harta. Dia ingin hidup sederhana. "Yang penting saya bisa merawat suami saya. Sambil berjualan bumbu kecil-kecilan untuk membiaya hidup kami. Paling satu hari menghabiskan beras tidak sampai 1/2 kilogram," katanya.
Bila kelak ada yang ingin mengontrakkan rumah dan memberi bedak jualan, Mbok Darmi mengaku tidak mempermasalahkan. Asalkan tidak di kawasan Pasar Pabean, karena tidak cocok dengan perilaku warga salah satu etnis di kawasan itu.
"Terserah yang memberi saja. Kalau dikontrakkan dan diberikan tempat berjualan saya terima dan bersyukur," tuturnya.
Bagaimana? Anda terketuk dan ingin berbagi untuk sesama? Yuk gabung bersama detikers Surabaya (roi/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Potret Kemiskinan
Tak Ada Saudara, Mbok Darmi Enggan Pulang Kampung
Rois Jajeli - detikSurabaya

"Kampung saya itu hanya tempat kelahiran saya. Saya sudah tidak mempunyai sawah atau rumah di kampung," kata Mbok Darmi saat menunggu suaminya yang tergolek lemas di ruang Marwah lantai III Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Sukolilo Surabaya kepada detiksurabaya.com, Sabtu (5/7/2008).
Mbok Darmi mengaku, di kampung halamannya tidak memiliki sanak saudara. "Saya punya dua saudara, tapi tidak tinggal di kampung halaman," ujarnya.
Adiknya bernama Leginem tinggal di kawasan Jakarta dan kakaknya Darsiyah tinggal di kawasan pegunungan kawasan Jawa Barat. "Sejak pindah dari Kedung Rukem, saya tidak pernah ketemu lagi," ujarnya.
Sedangkan Giman juga sudah tidak mempunyai sanak saudara di Madiun. "Saya seneng tinggal di Surabaya. Cari rezeki lebih mudah daripada di desa," tuturnya.
Namun Mbok Darmi menegaskan, dirinya tidak gila harta. Dia ingin hidup sederhana. "Yang penting saya bisa merawat suami saya. Sambil berjualan bumbu kecil-kecilan untuk membiaya hidup kami. Paling satu hari menghabiskan beras tidak sampai 1/2 kilogram," katanya.
Bila kelak ada yang ingin mengontrakkan rumah dan memberi bedak jualan, Mbok Darmi mengaku tidak mempermasalahkan. Asalkan tidak di kawasan Pasar Pabean, karena tidak cocok dengan perilaku warga salah satu etnis di kawasan itu.
"Terserah yang memberi saja. Kalau dikontrakkan dan diberikan tempat berjualan saya terima dan bersyukur," tuturnya.
Bagaimana? Anda terketuk dan ingin berbagi untuk sesama? Yuk gabung bersama detikers Surabaya (roi/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (5 Komentar)
Baca juga :
- Detikers Baksos Ringankan Penderitaan Mbok Darmi dan Suaminya
- Potret Kemiskinan
Giman Suami Mbok Darmi Alami Komplikasi - Potret Kemiskinan
Demi Menghidupi Suami, Mbok Darmi Rela Bekerja Lagi - Potret Kemiskinan
Demi Suami, Mbok Darmi Rela Berhenti Jadi Buruh
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




