Suroboyoan
- hefny_amany... kuduk-kuduk_bawean
- Dompet Amal Untuk Penderi... wongsemprul
- Opo sih tempat dolan sing... www.hongkonggrosir.co.nr
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... delila
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 18:00 WIB
Himpunan Profesional Muda NU Dukung Gus Sholah Jadi Ketua PBNU -
Sabtu, 20/03/2010 17:18 WIB
Tak Ada Tahanan Ikut UN Tahun Ini

-
Sabtu, 20/03/2010 17:03 WIB
Muspida Jatim akan Rehabilitasi Mantan Napi Teroris -
Sabtu, 20/03/2010 16:38 WIB
Demi Foya-foya, Dua Remaja Nekat Gasak Motor -
Sabtu, 20/03/2010 16:03 WIB
Mendiknas Imbau Tak Percaya Bocoran UN

Indeks Berita
Rabu, 02/07/2008 09:35 WIB
Potret Kemiskinan
Mbok Darmi Menanti Uluran Tangan Dermawan
Rois Jajeli - detikSurabaya

Mbok Darmi menunggu suaminya/Rois
Surabaya -
Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang dirasakan Mbok Darmi (67). Ketika mencari sesuap nasi saja susah, suaminya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.
Otomatis roda ekonomi pasangan renta yang tidak punya rumah ini tak lagi berputar. Suaminya, Giman (72) yang sebelumnya mancari nafkah sebagai tukang becak, praktis berhenti.
Derita Mbok Darmi ini sudah berlangsung 7 bulan terakhir. Pasangan suami istri yang menikah sekitar 35 tahun lalu ini memang memilukan.
Hampir 7 bulan ini, keduanya tidur di emperan toko di kawasan Kedungdoro Surabaya. Mbok Darmi memilih tidur di emperan toko, sedangkan suami tercintanya yang sakit tidur di dalam becaknya.
Giman yang asal Madiun itu kini tergolek lemas di RS Haji Surabaya karena diduga diserang gangguan syaraf kaki dan paru-paru.
Selama 7 bulan sakit, Giman hanya tergolek di dalam becak sedangkan istrinya dengan setia menungguinya. Untuk makan, mereka mengandalkan bantuan dari warga Kedungdoro yang merasa iba.
Namun Mbok Darmi sedikit bisa bersyukur suaminya akhirnya bisa dirawat di rumah sakit sejak 29 Juni 2008 lalu. Biaya pengobatannya ditanggung komunitas interaktif Kaskus dan Awari.
"Ini inisiatif dari kami untuk menolong sesama. Semoga ada dermawan lain yang bersedia membantu selain kami," kata Priyotomo Adi Groko, salah satu pemilik warnet di Rungkut yang juga anggota Kaskus saat ditemui di RS Haji, Surabaya, Rabu (2/7/2008).
Menurut dia, biaya yang disumbangkan untuk pengobatan hasil sumbangan para rekan-rekannya di Kaskus. Namun dia juga mengakui jika dana yang dihimpunnya itu pastilah belum mencukupi untuk menanggung penuh biaya pengobatan Giman.
"Kami mulai khawatir dengan dana yang kami himpun dari teman-teman. Kami takut dana yang kami miliki tidak mencukupi untuk pengebotan pak Giman yang kata
dokter perlu perawatan lebih lama," katanya.
Priyotomo berharap, nantinya ada warga yang turut membantu pengobatan Pak Giman.
"Dana yang kami kumpulkan dari teman-teman masih terkumpul Rp 4.600.000. Kami takut dana tersebut masih kurang. Kami berharap banyak warga yang turut membantu meringankan beban untuk pengobatan Pak Giman," harapnya.
Bagaimana? Ada yang ingin berbagi untuk sesama? Yuk gabung di forum surabaya.
(gik/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Potret Kemiskinan
Mbok Darmi Menanti Uluran Tangan Dermawan
Rois Jajeli - detikSurabaya

Mbok Darmi menunggu suaminya/Rois
Otomatis roda ekonomi pasangan renta yang tidak punya rumah ini tak lagi berputar. Suaminya, Giman (72) yang sebelumnya mancari nafkah sebagai tukang becak, praktis berhenti.
Derita Mbok Darmi ini sudah berlangsung 7 bulan terakhir. Pasangan suami istri yang menikah sekitar 35 tahun lalu ini memang memilukan.
Hampir 7 bulan ini, keduanya tidur di emperan toko di kawasan Kedungdoro Surabaya. Mbok Darmi memilih tidur di emperan toko, sedangkan suami tercintanya yang sakit tidur di dalam becaknya.
Giman yang asal Madiun itu kini tergolek lemas di RS Haji Surabaya karena diduga diserang gangguan syaraf kaki dan paru-paru.
Selama 7 bulan sakit, Giman hanya tergolek di dalam becak sedangkan istrinya dengan setia menungguinya. Untuk makan, mereka mengandalkan bantuan dari warga Kedungdoro yang merasa iba.
Namun Mbok Darmi sedikit bisa bersyukur suaminya akhirnya bisa dirawat di rumah sakit sejak 29 Juni 2008 lalu. Biaya pengobatannya ditanggung komunitas interaktif Kaskus dan Awari.
"Ini inisiatif dari kami untuk menolong sesama. Semoga ada dermawan lain yang bersedia membantu selain kami," kata Priyotomo Adi Groko, salah satu pemilik warnet di Rungkut yang juga anggota Kaskus saat ditemui di RS Haji, Surabaya, Rabu (2/7/2008).
Menurut dia, biaya yang disumbangkan untuk pengobatan hasil sumbangan para rekan-rekannya di Kaskus. Namun dia juga mengakui jika dana yang dihimpunnya itu pastilah belum mencukupi untuk menanggung penuh biaya pengobatan Giman.
"Kami mulai khawatir dengan dana yang kami himpun dari teman-teman. Kami takut dana yang kami miliki tidak mencukupi untuk pengebotan pak Giman yang kata
dokter perlu perawatan lebih lama," katanya.
Priyotomo berharap, nantinya ada warga yang turut membantu pengobatan Pak Giman.
"Dana yang kami kumpulkan dari teman-teman masih terkumpul Rp 4.600.000. Kami takut dana tersebut masih kurang. Kami berharap banyak warga yang turut membantu meringankan beban untuk pengobatan Pak Giman," harapnya.
Bagaimana? Ada yang ingin berbagi untuk sesama? Yuk gabung di forum surabaya.
(gik/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (13 Komentar)
Baca juga :
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


