Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Rabu, 16/05/2012 09:16

Fitness Atasi Hipertensi Turunan

Gb
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Kuliner

Selasa, 08/05/2012 12:16

Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!

Gb
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.

Pelajar

Rabu, 09/05/2012 13:42

Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1

Gb
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini


Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Sabtu, 14/06/2008 11:49 WIB

Imbas Kenaikan Harga BBM

Perajin Batik Gedhok Tuban Terancam Punah

TB Utama - detikSurabaya



Tuban - Perajin Batik Gedhok, batik tulis tradisional khas Tuban, saat ini terancam gulung tikar. Itu terjadi setelah harga bahan batik melonjak bersamaan kenaikan harga BBM yang terjadi akhir Mei 2008 lalu.

Kenaikan harga bahan baku, seperti pewarna, malam dan kain melonjak hingga 50 hingga 100 persen. Sementara tingkat penjualan batik tulis asli Tuban tersebut, mengalami penurunan drastis.

Sejumlah perajin batik Gedhok yang ditemui detiksurabaya di sentra batik Tuban di wilayah Kecamatan Kerek menyatakan, saat ini tinggal perajin berusia tua yang masih bertahan. Kondisi itu terjadi setelah penjualan batik lesu ditengah masyarakat.

Sudah dalam kondisi demikian, harga bahan-bahan untuk membuat batik belakangan ikut-ikutan naik. Sehingga makin memperpuruk nasib perajin batik di wilayah setempat.

"Sebenarnya kita membatik ini, dalam keadaan terpaksa karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dikerjakan. Namun, kalau harga bahannya sekarang tinggi, siapa yang sanggup meneruskan membatik," keluh Mbah Rukayah (67), perajin batik asal Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Sabtu (14/6/2008).

Hal senada diungkapkan, perempuan perajin batik lain di desa sentra batik Tuban tersebut. Menurut mereka, yang paling berdampak buruk terhadap nasib perajin batik adalah masalah penjualan.

Sudah beberapa tahun terakhir, hasil batik tradisional Tuban yakni Batik Gedhok sulit laku dipasaran. Sebab, dibanding harga batik cap produk luar lebih laku dipasaran karena harganya relative murah.

Sedangkan harga batik tulis jenis Batik Gedhok, untuk setiap lembarnya bisa mencapai Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Untuk batik yang bahan kainnya dari sutera, harganya bisa mencapai Rp 300.000 lebih per lembar. Sebab, disamping dikerjakan penuh ketelatenan, untuk menyelesaikan selembar batik butuh waktu hingga 2 bulan.

Kalau sedang musim hujan juga lebih lama, karena perajin batik di sini masih menggunakan panas matahari untuk mengeringkannya," kata para perajin batik lain secara terpisah.

Padahal nilai seninya sangat tinggi dan khas. Diantaranya, batik bikinan warga lereng perbukitan kapur Tuban bagian barat selatan ini, banyak memunculkan ornamen laut berikut isinya, burung dan batangan pepohonan perdu.

Foto: Seorang wanita tua mengerjakan Batik Gedhok/ TB Utama (bdh/bdh)



Share

Ady H. 01/01/1970 07:00 WIB Salut buat TubanStore, yang telah turut serta memasarkan Batik Gedog ke... » Selengkapnya
Tubanstore 01/01/1970 07:00 WIB Sudah saatnya Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban dan propinsi Jawa Timur... » Selengkapnya
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465