Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Rabu, 16/05/2012 09:16

Fitness Atasi Hipertensi Turunan

Gb
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Kuliner

Selasa, 08/05/2012 12:16

Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!

Gb
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.

Pelajar

Rabu, 09/05/2012 13:42

Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1

Gb
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini


Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Minggu, 11/05/2008 13:51 WIB

Perahu Tradisional Indonesia Jelajahi Dunia

Iwan Ari - detikSurabaya


Surabaya - Kekayaan maritim Indonesia kembali mendapat pengakuan dunia. Panitia Gyeonggi Marine Festival secara khusus mengundang Indonesia ikut serta dalam KOREA INTERNATIONAL BOAT SHOW 2008.

Acara ini akan diselenggarakan di Jeongok Marina, Hwaseong City Korea Selatan pada tanggal 11 sampai 15 Juni 2008 mendatang.

Dalam festival ini bukan teknologi perkapalan modern Indonesia yang diminta untuk dipamerkan, melainkan kekayaan perahu tradisional tanah air. Untuk itu, Komunitas Pencinta Kapal Tradisional (KPKT) mengikutsertakan salah satu perahu tradisional Indonesia bernama "LOLOPE".

Lolope biasanya digunakan sebagai perahu penangkap ikan para nelayan di kawasan pesisir Tuban Jawa Timur hingga Rembang Jawa Tengah. Dengan panjang 7,3 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 0,7 meter.

Meskipun ukurannya kecil, namun perahu ini sangat istimewa karena seluruh bahannya dibuat dari kayu jati yang berasal dari daerah Tuban dan Rembang yang sudah terkenal kualitasnya. Di seluruh dunia belum ada kapal seukuran ini yang dibuat murni dari kayu jati. Umumnya perahu seukuran ini terbuat dari plywood atau fiber dan dimanfaatkan untuk bersantai atau memancing di laut yang tidak terlalu dalam.

"LOLOPE" yang akan dipamerkan di KOREA INTERNATIONAL BOAT SHOW 2008 juga memiliki keistimewaan lain berupa ornamen ukiran khas Majapahit di beberapa bagiannya.

Undangan Korea ini bukan tanpa alasan. Keunikan kapal yang "full" dibuat dari kayu jati berkualitas dan cara pembuatannya yang masih dilakukan secara tradisional, menjadi dua alasan paling penting. Dua alasan itu pula yang dianggap mewakili
orisinalitas "LOLOPE" sebagai perahu tradisional yang masih bertahan ditengah beragamnya kapal-kapal modern berteknologi canggih.

Saat ini pembuatan LOLOPE sudah mencapai 70 persen. Rencananya pada pertengahan Mei, perahu senilai US$ 5.000 ini sudah selesai dibangun, dan siap dikapalkan ke Korea.

Keikutsertaan LOLOPE di pameran kapal internasional ini diharapkan menjadi gerbang pengenalan perahu-perahu tradisional Indonesia lainnya ke seluruh dunia. Sekaligus menjadi gerakan pelestarian perahu tradisional Indonesia yang kini mulai dilupakan.

Sebelumnya, pada 2003 lalu seorang warga negara Inggris mengenalkan perahu layar tradisional Indonesia-Borobudur ke seluruh dunia dengan melakukan ekspedisi melintasi samudra.

KOREA INTERNATIONAL BOAT SHOW 2008 diikuti oleh 193 peserta dari 22 negara. Tujuh negara diantaranya berasal dari Asia. Masing-masing Korea, China, Taiwan, Hongkong, Jepang, Uni Emirat Arab termasuk Indonesia.(i_wanari@yahoo.com) (bdh/bdh)



Share

The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465