Suroboyoan
- Situs belajar mandarin... bemo88
- [pagi]Bantuin pilih desai... geraimaya
- "sandal dgn namamu&q... fif10
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 16/03/2010 13:29 WIB
Pilkada Sidoarjo
Wiwid Soewandi Usulkan Asuransi Kesehatan Bagi Seniman -
Selasa, 16/03/2010 11:16 WIB
Hormati Perayaan Nyepi, Siaran Televisi di Banyuwangi 'Menghilang' -
Selasa, 16/03/2010 10:47 WIB
Penemuan Kerangka Manusia Gegerkan Warga Situbondo -
Senin, 15/03/2010 21:32 WIB
Hormati Perayaan Nyepi, Pelabuhan Ketapang Malam Ini Ditutup -
Senin, 15/03/2010 18:03 WIB
'Kepala Obama' Ditendang Pendemo
Indeks Berita
Jumat, 28/12/2007 19:09 WIB
MUI: Jamaah Safaatul Sholawat Tidak Sesat
Eko Widianto - detikSurabaya
Malang -
Ketua MUI Kabupaten Malang KH Mahmud Zubaidi menyayangkan aksi massa yang merusak bangunan milik Jamaah Safaatul Sholawat di Desa Sukolilo Kecamatan Jabung, Kamis (27/12/2007) kemarin. Dia mengajak seluruh warga agar tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas.
"Kejadian serupa jangan sampai terulang. Sesama muslim, bila ada yang keliru diluruskan. Jangan main hakim sendiri,” tegasnya kepada detiksurabaya.com, Kamis (28/12/2007). Siang sebelum kejadian, Mahmud mengaku tengah melakukan pertemuan dengan pimpinan
jamaah dan meminta warga agar tenang.
Namun, karena massa terlalu banyak dan tidak bisa menerima kehadiran jamaah yang dikembangkan di rumah Miftahul Huda. Mereka mengamuk dan merusak seluruh bangunan. "Rumah Miftahul dijadikan padepokan," ujarnya.
Mengenai ajaran yang disebarkan Miftahul ini, Mahmud membantah bila ajaran itu merupakan aliran sesat. Setelah mempelajari kitab dan ajaran yang mereka yakini, MUI menyatakan ajaran tidak bersebarangan dengan keyakinan umat muslim. "Penafsiran sholatnya yang berbeda, tapi masih bisa diluruskan. Alquran tidak bisa ditafsirkan dengan akal manusia sendiri," tuturnya.
Jamaah ini, kata Mahmud, dipimpin oleh seorang Kyai di Majalengka Jawa Barat. Seluruh buku yang diamalkan mereka ditulis oleh pimpinan jamaah. Namun, yang menjadi pemicu emosi warga adalah sikap anggota jamaah yang tidak bersahabat dengan warga.
Anggota jamaah, terkesan tertutup dan tidak bersedia berhubungan dengan warga sekitar. Padahal, anggota sebagian besar berasal dari luar Jabung. "Mereka juga tidak memiliki izin RT/RW setempat. Ini yang jadi masalah," tukasnya.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
MUI: Jamaah Safaatul Sholawat Tidak Sesat
Eko Widianto - detikSurabaya
"Kejadian serupa jangan sampai terulang. Sesama muslim, bila ada yang keliru diluruskan. Jangan main hakim sendiri,” tegasnya kepada detiksurabaya.com, Kamis (28/12/2007). Siang sebelum kejadian, Mahmud mengaku tengah melakukan pertemuan dengan pimpinan
jamaah dan meminta warga agar tenang.
Namun, karena massa terlalu banyak dan tidak bisa menerima kehadiran jamaah yang dikembangkan di rumah Miftahul Huda. Mereka mengamuk dan merusak seluruh bangunan. "Rumah Miftahul dijadikan padepokan," ujarnya.
Mengenai ajaran yang disebarkan Miftahul ini, Mahmud membantah bila ajaran itu merupakan aliran sesat. Setelah mempelajari kitab dan ajaran yang mereka yakini, MUI menyatakan ajaran tidak bersebarangan dengan keyakinan umat muslim. "Penafsiran sholatnya yang berbeda, tapi masih bisa diluruskan. Alquran tidak bisa ditafsirkan dengan akal manusia sendiri," tuturnya.
Jamaah ini, kata Mahmud, dipimpin oleh seorang Kyai di Majalengka Jawa Barat. Seluruh buku yang diamalkan mereka ditulis oleh pimpinan jamaah. Namun, yang menjadi pemicu emosi warga adalah sikap anggota jamaah yang tidak bersahabat dengan warga.
Anggota jamaah, terkesan tertutup dan tidak bersedia berhubungan dengan warga sekitar. Padahal, anggota sebagian besar berasal dari luar Jabung. "Mereka juga tidak memiliki izin RT/RW setempat. Ini yang jadi masalah," tukasnya.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Massa Rusak Mushola Milik Jamaah Safaatul Sholawat
- Menteri Agama Minta Ulama Kembali ke Barak
- Kertas Berisi Ayat Alquran Jadi Bungkus, MUI Resah
- Saksi Yehova Bukan Lagi Ajaran 'Sesat' dalam Kristen
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


