Suroboyoan
- hefny_amany... kuduk-kuduk_bawean
- Dompet Amal Untuk Penderi... wongsemprul
- Opo sih tempat dolan sing... www.hongkonggrosir.co.nr
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... delila
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 18:00 WIB
Himpunan Profesional Muda NU Dukung Gus Sholah Jadi Ketua PBNU -
Sabtu, 20/03/2010 17:18 WIB
Tak Ada Tahanan Ikut UN Tahun Ini

-
Sabtu, 20/03/2010 17:03 WIB
Muspida Jatim akan Rehabilitasi Mantan Napi Teroris -
Sabtu, 20/03/2010 16:38 WIB
Demi Foya-foya, Dua Remaja Nekat Gasak Motor -
Sabtu, 20/03/2010 16:03 WIB
Mendiknas Imbau Tak Percaya Bocoran UN

Indeks Berita
Selasa, 09/10/2007 22:12 WIB
Bos Game Online Harus Punya Tanggungjawab Moral
Steven Lenakoly - detikSurabaya

Surabaya -
Penggunaan game online jika tidak dibatasi dikhawatirkan bisa menyebabkan kecanduan atau ketergantungan. Tapi, sebaliknya jangan sampai melarang membunuh minat masyarakat bermain game online.
Karena untuk melakukan pembatasan sangat sulit dilakukan. Mengingat akses sambungan internet yang dewasa ini sudah berkembang pesat dan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Untuk itu diperlukan kerjasama dari pihak pengusaha game online, masyarakat, penyedia jasa internet untuk saling mengingatkan agar membatasi masyarakat dalam
menggunakan game online.
Demikian dikemukakan oleh psikiater RSU dr Soetomo dr Nalini M Agung forum diskusi 'Booming Game Online, Siapkah Surabaya?' yang diselenggarakan oleh detiksurabaya.com bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Internet Indonesia (APNETINDO) di Mercure Grand Mirama Hotel Jl Raya Darmo, Surabaya, Selasa (9/10/2007) petang.
Menurut perempuan berkacamata ini pembatasan yang hanya bisa dilakukan adalah sekedar untuk mencegah terjadinya kecanduan pada game online tersebut. "Seseorang yang memainkan game yang 12 jam sehari bisa sudah bisa dikatakan kecanduan dan pengaruhnya tidak baik," kata dr Nalini.
Akibat kecanduan game online kata dr Nalini akan bisa merusak aktivitas kehidupan lainnya. Seperti kinerja maupun prestasi sekolah yang menurun hingga konsentrasi pikiran yang terganggu. "Terutama untuk anak-anak dan pemuda," tegasnya.
Sebab pada usia-usia tersebut seseorang masih labil dan belum bisa menentukan
jati dirinya. Dengan kecanduan game bisa membuat merusak mental anak atau
pemuda.
"Saya hanya bisa meminta kepada pengusaha game online untuk ikut memikirkan masa depan pemain game online. Kalau main nonstop seharian jangan deh. Kasihan. Kecuali itu menjadi profesi tidak masalah," pintanya.
Dr Nalini dihadapan 150 peserta diskusi menekankan pentingnya peran pengusaha game online untuk bisa memberikan edukasi kepada pelanggan setianya. "Setidaknya punya tanggung jawab moral. Coba bayangkan jika yang kecanduan anak kita," katanya. (gik/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bos Game Online Harus Punya Tanggungjawab Moral
Steven Lenakoly - detikSurabaya

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- DPRD: Pengusaha Game Online Jangan Takut
- Status Game Online Sebagai Ketangkasan Dievaluasi
- Bos Game Online Harus Punya Tanggungjawab Moral
- Nama Game Online Diusulkan Jadi Sport Online
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


